DTPHP Berau Kenalkan Gema Teramisu dan Kasih Sayang Terhadap Hewan Sejak Dini
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Membiasakan anak mengonsumsi makanan bergizi dan menumbuhkan rasa kasih sayang terhadap hewan merupakan bagian dari pembelajaran penting yang perlu ditanamkan sejak usia dini.
Pesan inilah yang
dihadirkan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten
Berau melalui kegiatan edukasi di Berau Expo 2026.
Tidak sekadar
memperkenalkan program dan potensi daerah, stan DTPHP Berau juga menjadi ruang
belajar bagi anak-anak untuk mengenal pentingnya gizi bagi pertumbuhan
sekaligus memahami cara memperlakukan hewan dengan baik.
Melalui pendekatan
yang disesuaikan dengan usia anak, pelajar taman kanak-kanak (TK) hingga
sekolah dasar (SD) diperkenalkan pada kebiasaan sederhana yang diharapkan dapat
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari memilih asupan bergizi
hingga menumbuhkan kepedulian terhadap makhluk hidup di sekitarnya.
Salah satu materi
yang diperkenalkan ialah Gema Teramisu, singkatan dari Gerakan Makan
Telur dan Minum Susu. Gerakan ini mengajak anak-anak membiasakan konsumsi telur
dan susu sebagai bagian dari pola makan bergizi untuk mendukung pertumbuhan dan
perkembangan mereka.
Kepala DTPHP Berau,
Lita Handini, mengatakan pembentukan kebiasaan makan bergizi perlu dimulai
sejak anak-anak masih kecil. Menurutnya, pemahaman mengenai makanan sehat perlu
dibarengi dengan pembiasaan agar anak-anak dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui Gema
Teramisu, kami ingin anak-anak terbiasa mengonsumsi telur dan susu. Kebiasaan
sederhana ini diharapkan ikut mendukung pemenuhan gizi dan upaya pencegahan
stunting di Berau,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa (20/10/2026).
Menurut Lita,
pengenalan pangan bergizi sejak dini merupakan salah satu cara untuk membangun
kesadaran anak mengenai pentingnya menjaga kesehatan. Dengan pemahaman yang
baik, anak-anak diharapkan semakin mengenal pilihan makanan yang mendukung
kebutuhan gizi mereka.
Namun, edukasi yang
diberikan DTPHP Berau tidak hanya berfokus pada pola makan sehat. Anak-anak
juga diajak mengenal pentingnya menyayangi hewan dan memperlakukannya secara
layak. Melalui materi tersebut, anak-anak diperkenalkan pada tanggung jawab
dalam memelihara hewan, termasuk pentingnya memberikan perhatian dan perlakuan
yang baik. Pembelajaran ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa empati serta
membangun kesadaran bahwa hewan merupakan makhluk hidup yang perlu dihargai.
Lita menilai
kepedulian terhadap hewan merupakan nilai dasar yang perlu dibangun sejak usia
dini. Kebiasaan menghargai makhluk hidup diharapkan dapat menjadi bagian dari
pembentukan karakter anak ketika tumbuh dewasa.
“Kami berharap
anak-anak tumbuh dengan kebiasaan hidup sehat sekaligus memiliki rasa kasih
sayang terhadap hewan. Nilai kepedulian ini penting agar mereka terbiasa
menghargai makhluk hidup dan menjaga lingkungan hingga dewasa,” tambahnya.
Melalui kegiatan
tersebut, DTPHP Berau berupaya menghadirkan edukasi yang tidak hanya memberikan
pengetahuan, tetapi juga mendorong terbentuknya kebiasaan positif di kalangan
generasi muda. Pengenalan konsumsi pangan bergizi dan penanaman kepedulian terhadap
hewan menjadi dua pesan yang saling melengkapi. Anak-anak tidak hanya diajak
memahami pentingnya menjaga kesehatan diri, tetapi juga belajar membangun
hubungan yang baik dengan lingkungan dan makhluk hidup di sekitarnya.
Kehadiran edukasi tersebut turut memberikan dimensi lain bagi Berau Expo 2026. Di tengah fungsinya sebagai ajang promosi potensi dan program daerah, pameran ini juga dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran bagi masyarakat, khususnya anak-anak.
Dengan pengenalan
yang dilakukan sejak dini, kebiasaan mengonsumsi pangan bergizi dan sikap
peduli terhadap hewan diharapkan dapat tumbuh menjadi bagian dari kehidupan
sehari-hari. Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah untuk mendukung
terbentuknya generasi yang sehat, memiliki empati, dan bertanggung jawab
terhadap lingkungan. (sep/FN)